Temui Genevieve

Watch video
21 April 2016

Tell us your story

Thanks for the story. Something is wrong. Try again later.
 

The Edible Co.

"Saya ingin orang merasakan makanan seperti makanan yang dimakan orang tercinta saya."

Genevieve Lee adalah seorang pendiri perusahaan makanan olahan mandiri, The Edible Co. Calon ibu dan mantan produser video ini mengolah makanan tanpa menggunakan bahan pengawet, zat aditif, dan bahan-bahan—sebagaimana ia menyebutnya—yang tidak akan dimasukkan ibunya ke dalam makanan.
Baca tentang kisahnya.

Makanan Baik Untuk Masyarakat Sehat

The Edible Co, adalah bisnis makanan olahan mandiri yang unik di Singapura, menyajikan beragam granola dan kudapan sehat. Misi mereka adalah untuk “menyediakan makanan enak yang sehat”. Sebelum memulai toko online pada tahun 2014, Genevieve telah bereksperimen dengan berbagai resep granola yang tidak hanya terasa enak, tetapi juga tidak memiliki kandungan gula yang berlebihan seperti makanan yang dijual di toko.

Kini, selain lewat portal e-niaga, The Edible Co juga mempunyai bangunan toko dan dapur fisik. Raknya berisi berbagai granola, mulai dari rasa yang eksotis seperti Coconut Gula Melaka (variasi dari gula aren) dan Wolfberry & Ginger hingga Cacao & Roselle serta lainnya. Produk buatan tangan mereka juga sudah terdistribusi ke beberapa jaringan makanan lokal dan restoran.

Dibangun berdasarkan cinta terhadap keluarga

Akar dari The Edible Co bisa ditelusuri hingga tahun 2004, saat Genevieve merawat ayahnya pasca operasi jantung. Untuk menghindari makanan tidak sehat yang dijual di toko, ia mulai menyiapkan makanan dan saus sendiri di rumah. Satu hal yang disukai ayahnya adalah memakan sereal. Jadi ia mulai membuat granola sendiri tanpa kandungan gula yang tinggi untuk ayahnya.

Pada hari Natal, Genevieve mengemas granola buatannya sebagai hadiah untuk teman-teman dan orang terdekat. Ketika mulai banyak orang yang memintanya untuk terus membuatnya, ia tahu hal ini bisa dikembangkan. Ia mulai menekuni bisnis ini setelah didorong orangtuanya, dan mengorbankan kehidupan nyaman sebagai produser video lepas waktu untuk menekuni proyek idamannya penuh waktu.

Mengedukasi klien, membangun efisiensi

Salah satu tantangan terbesarnya adalah Granola sulit dijual di negaranya karena granola bukanlah sarapan umum. Banyak kesalahpahaman tentang oat. Seiring bisnis yang mulai menancap di jaringan pasar dan makanan, Genevieve harus menjelaskan perbedaan antara oat dan keuntungan gizinya, dan proses edukasi ini berjalan dengan lancar.

Menjalankan bisnis makanan di Singapura membutuhkan biaya besar karena tingginya upah tenaga kerja dan sewa tempat, serta regulasi dan perizinan. Untuk mengurangi kebutuhan jam buka yang panjang, Genevieve mendorong pelanggannya untuk membeli item secara online, yang kemudian dikirim oleh kurir. Namun keberadaan bangunan dan dapurnya dinilai sepadan, karena membantu bisnisnya menjadi lebih produktif. Ia sebelumnya menyewa dapur berdasarkan blok-blok jam, di mana ia harus mengangkut kantung-kantung berat berisi berbagai bahan makanan, setiap kalinya.

Keluarga ada di titik inti

Keluarga Genevieve telah menjadi bagian dari bisnis sejak awal, menyediakan bantuan secara seimbang pada keputusan bisnis dan operasional. Genevieve bahkan masih ingat hari ketika orangtuanya mengemas granola ke dalam kemasan dan menempelkan label.

Selain menjadi inspirasi, ayah dan keluarganya juga mendorong Genevieve untuk mempublikasikan makanan buatannya.

Keluarganya juga merupakan fokus utamanya. Sepanjang minggu, Genevieve sebisa mungkin meluangkan waktunya bersama suami, seorang koki yang bekerja dengan jam kerja yang tidak teratur. The Edible Co juga tutup pada akhir pekan, di saat Genevieve meluangkan waktu untuk keluarganya.

Memperluas konotasi “makanan yang dapat dimakan”

Seiring pesanan yang terus bertambah, Genevieve berencana memperluas lingkup bisnis, yang kini ditangani oleh dua orang perempuan, untuk mencari mitra bisnis, orang yang memiliki hasrat dan siap bekerja sama membangun merek. Ia yakin bahwa mereka dapat menarik modal yang diperlukan untuk pengembangan.

Genevieve memiliki sasaran 5 tahun, yaitu mendirikan pabrik makanan, meski ia menyadari ruang kerja idealnya agak sulit diwujudkan.

“Saya punya gambaran ideal akan dapur yang saya dambakan. Berisi barisan orang-orang, duduk mengitari meja sambil mengobrol. Semuanya membuat dan mengemas granola dengan tangan. Seperti kampung kecil di dalam pabrik.”

Edible Co ini akan menjadi keluarga keduanya, membuat orang menikmati makanan selayaknya makanan untuk orang tercinta.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Edible Co, kunjungi https://www.facebook.com/TheEdibleCo atau https://www.instagram.com/theedibleco.

Tell us your story

Thanks for the story. Something is wrong. Try again later.