Temui Jane

Watch video
21 April 2016

Tell us your story

Thanks for the story. Something is wrong. Try again later.
 

Veteran dunia korporat, cowgirl dan pemilik bisnis online

"Sebagai perempuan, kita dapat melakukan banyak hal untuk masyarakat. Bisnis tidak selalu tentang diri kita sendiri, tetapi tentang bagaimana kita bisa memberi pengaruh pada orang lain."

Seperti yang dikisahkan Jane, ia sedang menapaki karier korporat di bidang teknologi saat hal tak terduga terjadi. Dirinya jatuh cinta dengan seorang cowboy.

Lebih tepatnya, seorang peternak domba di pegunungan Cooma, Australia.

Jadilah Jane berkemas dan pindah ke tempat yang pada saat itu dirasanya berada antah berantah. Dia harus mulai membayangkan kembali kehidupan apa yang hendak ia bangun. Namun ia “belajar dari Charles Darwin tentang beradaptasi pada perubahan”.

“Sepertinya ini bisa berhasil”

Membangun bisnis adalah pertimbangan yang alami. Tumbuh besar dengan banyak panutan wirausahawan, dengan Ayahnya sebagai salah satunya, Jane selalu membayangkan ia akan dapat memegang kendali atas hidupnya suatu saat nanti.

Ia membeli sebuah toko yang menjual berbagai benda unik, dari topi, sepatu bot, pelana dan pakaian wanita. Dengan pakaian wanita mencakup 60% dari keseluruhan bisnisnya, secara langsung Jane “jatuh” ke dunia mode.

Namun pada saat itu Jane tetap terinspirasi akan kemajuan internet dan membayangkan sebuah toko online.

Pada awal 2000-an, e-commerce masih sangat baru di Australia dan orang – orang meragukan apakah akan ada “orang yang membeli jeans dari internet” dari perusahaan yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya.

Namun, Jane tetap teguh pada pendiriannya dan menikuti nalurinya. Butuh dua tahun baginya untuk membangun situs web dari awal, menghabiskan hari-hari yang panjang dengan bantuan seorang mahasiswa di Canberra. Akhirnya Birdnest diluncurkan pada tahun 2008.

Ketika pesanan pertama datang, ia menyadari bahwa hal ini bisa saja berhasil.

Birdsnest kini memiliki stok lebih dari 250 merek baju wanita di Australia dan mempekerjakan 110 karyawan lokal, sebagian besar wanita, di kota kecil berpenduduk 6.500 orang, tempat ia tinggal.

Menjadi bagian Jalur Cepat. Tetapi hidup di Jalur Lambat.

Birdsnest dimulai sebagai cara Jane untuk “menjadi bagian dari arus zaman tanpa menjalani hidup yang terseret arus”. Sebagai “Pemimpin kelompok”, ia menunjukkan keseimbangan yang elegan antara bersikap profesional dan berkepribadian ketika memimpin “kelompoknya”.

Dalam merekrut staf, perilaku lebih diutamakan dibanding kualifikasi formal dalam perusahaan yang menghargai budaya internal yang kuat. “Saya selalu melakukan wawancara akhir sebelum mempekerjakan siapa pun,” ujarnya. “Mungkin kurang dari 10% di tim kami memiliki yang pendidikan tinggi,” tetapi kinerja mereka begitu luar biasa. Dan pendekatan ini tampaknya berhasil; Birdsnest dianugerahi sebagai Best Customer Service 2015 di Online Retail Industry Awards tahunan Australia.

Budaya juga merupakan elemen penting dalam keberhasilan Birdsnest di persaingan industri busana online. Pendekatan Jane adalah “memahami pelanggan dan memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dibanding siapa pun”. Di situs web Birdsnest, perempuan dapat melihat item tidak hanya berdasarkan ukuran, warna, atau koleksi seperti situs lainnya, tetapi juga berdasarkan suasana, bentuk tubuh, dan kepribadian (seperti “mama cantik” atau “wanita karier”).

Dan hingga saat ini, setiap paket yang dikirim dikemas apik dengan kertas tissue, stiker menarik, dan catatan dengan tulisan tangan.

“Sebagian besar kami selalu berimprovisasi”

Jane mengakui bahwa dirinya kadang takut mengambil risiko. “Rasa takut umumnya adalah pembunuh mimpi yang paling berbahaya,” ujarnya, sambil mengingat masa-masa dimana ia merasa ragu. Ia mengatasi hal ini dengan mendekatkan diri pada orang-orang yang percaya pada kemampuannya, seperti keluarganya.

Jane bangga atas keberhasilan Birdsnest, dan sangat percaya bahwa wanita lain juga bisa memiliki pencapaian seperti dirinya. “Sebagian besar dari kami merasa kami hanya menjalaninya dengan improvisasi,” akunya. “Tidak ada buku petunjuk untuk hal ini. Tidak perlu orang jenius untuk bisa melakukan hal ini.”

Dan dalam menumbuhkan bisnis, ia mengambil pendekatan yang sederhana. “Kami melakukan satu hal yang berbeda setiap harinya, dan saya bersyukur bahwa kami bisa melakukannya sejauh ini”, ujarnya. Hal yang tidak akan berubah adalah fokus pada pelanggan: “Kami ingin terus memberikan kejutan”. Birdsnest terus melebarkan sayapnya dengan pasti. Untuk mempelajari lebih banyak tentang Birdsnest, kunjungi https://www.facebook.com/birdsnest.com.au atau https://www.instagram.com/birdsnestonline.

Tell us your story

Thanks for the story. Something is wrong. Try again later.