Temui Nilamsari

20 April 2016

Tell us your story

Thanks for the story. Something is wrong. Try again later.
 

Bagaimana ratu kebab Asia membangun kerajaannya

"Sebagai wanita, kita dapat melakukan banyak hal untuk masyarakat. Bisnis tidak selalu tentang diri kita, tapi bagaimana kita bisa memberi pengaruh pada orang lain."

Nilamsari Setiono adalah lambang usaha kecil di Indonesia. Dari menjual kebab keliling hingga membuka dan mengoperasikan 1.200 outlet makanan di seluruh Asia, ini adalah kisah tentang bagaimana seorang wanita memperluas kerajaannya dengan pinjaman $400 dan kecintaannya untuk kebab yang sederhana.

Semua berawal dari burger

Usaha bisnis pertama Nilam adalah toko burger, yang dibuka bersama dengan suaminya. Meskipun bisnis ini mudah dijalankan, dengan cepat ia belajar tentang persaingan dengan cara yang keras ketika toko burger besar muncul di sebelahnya, mengambil 80% dari bisnisnya.

Selama periode waktu itu, perjalanan ke Doha, Qatar, memperkenalkan pecinta makanan ini pada kebab, dan Nilam langsung “jatuh cinta dengan keunikan” sate daging khas Turki ini. Dengan semangat untuk mencapai keberhasilan, ia membuat gerobak Kebab Turki Baba Rafi pertamanya di Surabaya hanya dengan uang $400 (USD) yang dipinjam dari kakak iparnya.

Nilam tahu rintangan utama untuk memperkenalkan konsep baru ini adalah menemukan resep tepat yang sesuai dengan selera lokal. Jadi, ia mengganti bumbu-bumbu Timur Tengah yang eksotis dengan yang bumbu-bumbu yang lebih Indonesia. Tidak perlu lama, berita pun tersebar—pelanggan langsung jatuh cinta.

Berkembang dengan cermat

Karena merek ini terus dikenal, Nilam membuka gerobak, stan, dan toko baru, melakukan pemasaran secara offline dan online untuk menyebarkan nama Baba Rafi. Sekarang ia bangga menjadi pemilik 1.200 outlet di seluruh Indonesia, Malaysia, Filipina, Tiongkok, dan Sri Lanka.

Untuk membantu bisnisnya berkembang dengan cepat dan stabil, Nilam memilih model waralaba dan bekerja tanpa kenal lelah untuk menarik investor di berbagai pameran, termasuk pameran industri.

Tapi seperti yang diketahui sebagian besar pengusaha, kesuksesan awal tidak diraih dengan mudah. Nilam memahami, bisnis makanan dan minuman “seperti balapan”. Fokusnya sekarang adalah meningkatkan kecepatan inovasi untuk membantu Baba Rafi memperkenalkan produk-produk baru dengan cepat, sekaligus mampu mengelola ekspektasi pelanggan yang berkembang.

Sebagai wanita, kita dapat melakukan banyak hal untuk masyarakat

Nilam sangat meyakini “menjadi agen perubahan sosial”. Baginya, bisnis bukan sekadar menghasilkan uang, tapi “juga bagaimana kita memberi pengaruh pada orang lain”.

Untuk melakukannya, Nilam berupaya untuk berbicara di workshop dan seminar, membantu lebih banyak wanita agar bisa memimpin di negara-negara berkembang. Baba Rafi Academy juga didirikan untuk mendidik para pemilik bisnis kecil generasi berikutnya yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Kiat-kiatnya untuk meraih sukses sangat sederhana – mulai dari hal kecil, kelola risiko; fokus pada satu langkah dalam satu waktu; dan jangan pernah berhenti melakukan apa pun yang diperlukan untuk mewujudkan sesuatu. Filosofinya adalah “laba, orang, dan planet”.

“Saya ingin memastikan, semua pengusaha baru menerapkan pentingnya ‘bantuan bersih’ dibandingkan ‘laba bersih’ untuk menciptakan itikad baik dalam masyarakat”, ujarnya. “Merupakan lompatan yang sangat besar bagi kaum muda yang kesulitan secara finansial untuk mempelajari kewirausahaan yang abadi dan bertanggung jawab”.

Dari Asia kepada dunia

Meskipun Nilam saat ini berfokus pada ekspansi Baba Rafi di seluruh Asia, ia memiliki rencana besar untuk membuka beberapa outlet di seluruh Eropa pada waktu mendatang, di mana ia telah sedikit dikenal di sana. Ia juga ditanya mengenai ekspansi di benua lainnya, dan Nilam – pebisnis wanita sejati—meluangkan waktunya untuk menganalisis setiap kesempatan dengan saksama.

Temukan pelajari lebih lanjut tentang Baba Rafi, kunjungi https://www.facebook.com/nilambabarafi atau https://www.instagram.com/kebabbabarafi.

Tell us your story

Thanks for the story. Something is wrong. Try again later.